Kamis, 08 April 2010

DEPRESIASI dan PAJAK PENDAPATAN

1.2 KONSEP dan TERMINOLOGI DEPRESIASI
Depresiasi adalah penurunan nilai fisik barang dengan berlalunya waktu dan penggunaan.
Secara specific lagi Depresiasi adalah Konsep akutansi yang menentukan suatu deduksi tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak,dengan demikian efek waktu dan penggunaan atas nilai asset dapat direfleksikan di dalam laporan keuangan perusahaan.

Ketentuan dasar Barang yang bisa diDepresiasi:
1.Harus digunakan dalam bisnis atau untuk menghasilkakn pendapatan.
2.Harus mempunyai Umur efektif yang dapat ditentukan dan umur tersebut harus lebih dari satu tahun.
3.Harus merupakan sesuatu yang dapat dipakai sampai aus,rusak,diperbaiki,menjadi tidak terpakai,atau nilainya hilang karena alsan –alasan umum.
4.Bukan merupakan inventory,stock dalam perdagangan atau barang investasi.


1.2.1 Metode Depresiasi dan keterkaitan Jangka Waktu.
1.Sebelum 1981 (system klasic atau Historis)
A.Straight Line (SL)
B.Declining Balance (DB)
C. Sum Of Years Digits (SYD)

2.Setelah 1980~1987
.Accelerated Cost Recovery (ACRS)
Di implementasikan Oleh (ERTA) Economic Recovery Tac Act 1981.

3.Setelah 1986
.Modified Accelerated Cost Recovery (MACRS)
Di implementasikan untuk barang-barang berwujud.


1.2.2 Definisi Tambahan:
Adjusted (Cost)Basic
Basis biaya Orisinal dari asset,disesuaikan dengan kenaikan atau penurunan yang diizinkan yang digunakan untuk menghitung deduksi depresiasi,dan deplesiasi.
Basis /Cost Basic
Biaya mula-mula dari mengakuisisi asset(harga pembelian ditambah pajak penjualan)
Nilai Buku(Book Value-BV)
Nilai depresiasi barang yang ditunjukkan dalam laporan akuntasi perusahaan.
Nilai Pasar (Market Value-MV)
Jumlah yang bersedia dibayar oleh pembeli kepada penjual untuk suatu barang dimana masing –masing mempunyai keunggulan yang sama dan tidak ada tekanan untuk membeli atau menjual.MV memperkirakan nilai sekarang (present value).
Periode Pemulihan(Recovery Period)
Jumlah tahun yang Mana basis barang telah dipulihkan melalui proses akuntansi.
Tingkat Pemulihan (Recovery Rate)
Suatu presentase (dinyatakan dalam bentuk Desimal) untuk masing-2 periode pemulihan.
Nilai sisa (Salvage Value-SV)
Estimasi nilai suatu barang pada akhir umur efektivenya .SV merupakan ekspektasi harga penjualan dari suatu barang apaila asset tersebut tidak produktif lagi digunakan oleh pemiliknya.\
Umur Efektif(Useful Life)
Harapan (estimasi)jangka waktu penggunaan suatu barang dalam perdagangan atau bisnis untuk menghasilkan pendapatan.kadang mengacu pada umur depresiasi (depreciable life).



1.3 Metode Depresiasi :
1.3.1.Metode Garis Lurus (Straight Line-SL)
dk=(B-SVN)N

N = Umur depresiasi asset dalam tahun
B = Harga beli dari Asset (cost basis),termasuk penyesuaian yang diizinkkan.
Dk = Deduksi depresiasi tahunan dalam tahun.k (1≤ k ≤ N)
BVk = Nilai buku pada akhir tahun ,k.
SVN =Estimasi nilai sisa pada akhir tahun ,N
dk = Kumulatif depresiasi sepanjang tahun k

1.3 2.Metode KeseimbanganMenurun (Declining Balance-DB)
1.3.3.Metode Jumlah-Angka-Tahun (Sum-Of the Year-Digits -SYD)
1.3.4.Metode Keseimbangan Menurun yang dialihkan ke Garis Lurus.
1.3.5.Metode Produksi Unit.


1.4 Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS)
Faktor yang diperlukan=
1.Cost Basis (B)
2 Tanggal Barang tersebut digunakan.
3.Kelas Barang dan periode pemulihan.
4.Menggunakan metode depresiasi MACRS (GDS atau ADS)
5.Konversi waktu yang digunakan (1/2 tahun)


1.4.1 Kelas Barang dan Periode Pemulihan.
Dengan GDS (General Depreciation System) informasi dasar tentang kelas barang dan periode pemulihan sbb:
1.Kebanyakan barang pribadi tangible diberikan untuk 1 dari 6 kelas barang pribadi.
(3-,5-,7-.10-,15-, dan 20-,tahun barang)
2.Barang Riil diberikan untuk 2 kelas nonresidential dan barang sewa residential.
3.Periode pemulihan untuk GDS adalah 39 tahun untuk barang riil dan 27.5 tahun untuk barang sewa.


1.4.2 Metode Depresiasi,Konvensi Waktu dan Tingkat Pemulihan.
1.Kelas Barang Pribadi GDS 3-,5-,7-,dan 10-,tahun,Metode keseimbangan Menurun (DB) 200%.
2.Kelas Barang Pribadi GDS 15-,dan 20- tahun,Metode DB 50 %.
3.Kelas Barang Riil nonresidential dan Residential GDS. Periode SL terhadap pemulihan GDS tetap.
4.ADS Meode SL untuk barang pribadi dan barang Riil terhadap periode pemulihan ADS tetap.



1.7.1 PERBEDAAN ANTARA JENIS-JENIS PAJAK YANG BERBEDA.

1.Pajak Pendapatan.(Income Taxes)
Dinilai suatu fungsi dari pendapatan kotor (Gross revenue) dikurangi deduksi yang diizinkan ,dilakukan oleh pemerintah federal atau kota madya.
2.Pajak Properti.(Properti Taxes)
Dinilai dari suatu fungsi dari nilai barang itu sendiri,seperti tanah,gedung peralatan dsb.dan tingkat pajak yang digunakan.hal ini terlepas dari pendapatan atau laba perusahaan.
dilakukan oleh pemerintah federal atau kota madya,kabupaten.
3.Pajak Penjualan.(Sales Taxes)
Dinilai berdasarkan pembelian barang dan atau jasa. Terlepas dari pendapatan (Income) dan laba kotor. Dilakukan oleh pemerintah federal atau kota madya,kabupaten.
Berkaitan dengan Ekonomi Teknik ditambahkan ke barang yang di beli.

4.Pajak Pembelian.(Excise Taxes)
Dinilai berdasarkan penjualan barang,jasa . dianggap tidak penting.biasanya di bebankan ke pabrik atau pengecer asli.biayanya dikenai kepada si pembeli barang atau jasa.


1.7.2 MINIMUM SEBELUM PAJAKdan SESUDAH PAJAK TINGKAT PENGEMBALIAN (RATE OF RETURN) yang MENARIK.

(MARR sebelum Pajak) [(1 Effective Income Tax Rate)]≅ MARR setelah Pajak
Sehingga:
MARR sebelum Pajak = MARR setelah Pajak
(1-Effective income tax rate)

1.7.3 PENDAPATAN KORPORAT (Perusahaan Bisnis) yang Kena Pajak.
Pada setiap Akhir tahun pajak ,korporat harus menghitung pendapatan bersih sebelum pajak (yaitu yang kena pajak) atau kerugian.

Pendapatan Kena Pajak = Pendapatan kotor – semua pengeluaran kecuali
(investasi modal,deduksi,depressiasi)

Net Income After taxes = { pendapatan kena pajak(NIBT)}-Pajak pendapatan.
1.8 TINGKAT PAJAK PENDAPATAN PERUSAHAAN EFEKTIF (Marjinal)
Struktur tingkat Pajak pendapatan perusahaan Marginal dapat bervariasi dari 15% ~ 39 %.

1.9 UNTUNG (RUGI) ATAS SISA ASET.
Apabila Aset yang didepresiasi (Barang Pribadi tangible dan Barang Riil).

1.10.PROSEDUR UMUM UNTUK MEMBUAT ANALISIS EKONOMI SETELAH PAJAK.
Rk = pendapatan (dan simpanan) dari proyek tersebut ,arus kas masuk selama periode k
Ek = Arus kas keluar selama tahun k untuk deduksi pengeluaran dan bunga.
Dk = Total dari semua non kas ,atau buku ,biaya selama tahun ,k
t = Effective income tax atas pendapatan biasa.
Tk = Pajak pendapatan yang di bayar selama tahun k


Persamaan sederhana (Pendapatan bersih sebelum kena pajak) – (jumlah liabilitas Pajak)
NIATk = (Rk-Ek-dk) – (Rk-Ek –dk)
Pendapatan kena pajak pajak pendapatan.




1.11.ILLUSTRASI dari PENGHITUNGAN (ATCF)
Semua permasalahan termasuk asumsi bahwa income tax expenses (tabungan) terjadi pada saat yang sama (tahun)karena revenue atau pengeluaran menaikkan pajak.

1.12.ANALISIS SETELAH PAJAK YANG MEMASUKKAN RENCANA KEUANGAN KHUSUS.
Masalah Ekonomi Teknik sejaauh ini secara implicit diasumsikan menghadapi sekelompok equity dan debt capital perusahaan yang digunakan untuk investasi dalam bidang teknik dan proyek Bisnis.
Pada bagian ini kita akan menunjukkan bagaimana menganalisis investasi modal dari sudut pandang equity investor (para pemegang saham)


1.13.EFEK SETELAH PAJAK DARI NILAI DEPLESIASI
Pendapatan dari investasi atas sumber daya alam tertentu bertujuan untuk membuat nilai deplesiasi sebelum pajak pendapatan dihitung.penentuan penyusutan (deplesiasi)dalam undang undang pajak dapat memberikan keunggulan ekonomis yang patut dipertimbangkan.
Nilai penyusutan (delesiasi) yang dideduksi dalam tahun yang diberikan mungkin berdasarkan pada presentase tetap dalam pendapatan kotor.(15% untuk sumur geothermal) (100% untuk barang Minyak dan Gas).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar