Jumat, 19 Februari 2010

KESANTUNAN PARAGRAF

Nama: Sugianto
NPM : 364 099 42
Kelas : 1 ID 05
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen : Drs. Sugito Martodiwiryo

KESANTUNAN PARAGRAF

Paragraf merupakan bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Apabila sebuah paragraf itu bukan paragraf deskriptif atau naratif, secara lahiriah paragraf itu berupa:
• kalimat topik atau kalimat utama;
• kalimat pengembang atau kalimat penjelas;
• kalimat penegas;
• kalimat, klausa, prosa, dan penghubung.

Dalam sebuah karangan yang utuh, fungsi utama paragraf yaitu
• untuk menandai pembukaan atau awal ide/gagasan baru,
• sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelumnya, atau
• sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu.

PERSYARATAN PARAGRAF YANG BAIK
1. Kepaduan Paragraf
Untuk mencapai kepaduan, langkah-langkah yang harus anda tempuh adalah kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu, yaitu menggunakan sebuah kata penghubung. Terdapat dua jenis kata penghubung, yaitu kata penghubung intrakalimat dan kata penghubung antarkalimat. Kta penghubung intrakalimat adalah kata yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat. Sedangkan kata penghubung antarkalimat adalah kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya. Contoh kata penghubung intrakalimat yaitu karena, sehingga, tetapi, sedangkan, apabila, jika, maka, dan lain-lain. Contoh kata penghubung antarkalimat yakni oleh karena itu, jadi, kemudian, namun, selanjutnya, bahkan, dan lain-lain.
Selanjutnya, ada cara lain agar paragraf menjadi padu, yakni mengulang kata kunci terakhir menjadi awal kalimat selanjutnya.
2. Kesatuan Paragraf
Syarat paragraf yang baik adalah adanya kesatuan. Kesatuan berarti setiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Klimat utama yang diletakan diawal paragraf dinamakan paragraf deduktif, sedangkan kalimat utama yang diletakkan di akhir paragraf disebut paragraf induktif.
Terdapat cirri-ciri dalam membuat kalimat utama, yakni kalimat yang dibuat narus mengandung permasalahan yang berpotensi untuk diperinci atau diuraikan lebih lanjut. Ciri-ciri yang lain yaitu kalimat utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung itrakalimat ataupun antarkalimat.
3. Kelengkapan Paragraf
Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjukan pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri klimat penjelas yaitu berisi penjelasn berupa rincian, keterangan, contoh, dan lain-lain. Kelengkapan paragraf berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf. Paragraf dapat dikembangkan dengan cara, pertentangan, pebandingan, analogi, contoh,sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.


PENGEMBANGAN PARAGRAF
Paragraf dapat dikembangkan dengan cara yaitu
1) Cara Pertentangan
Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang.
Contoh paragraf:
Setelah Indonesia membatalkan pembelian pesawat tempur F-16 dari AS, pesawat Mirage 200 dari Prancis, dan Mig-19/Fulcrum, pemerintah memutuskan untuk membeli Sukhoi-30 dari Rusia. Menurut Habibie, pesawat tempur Sukhoi-30 memiliki keunggulan, terutama dalam Aerodinamika. Selanjutnya, beliau mengemukakan bahwa kewenangan untuk memilih pesawat tempur yang akan dibeli berada pada TNI. Akan tetapi, menurut ketua Bappenas, pilihan jenis pesawat tempur pengganti F-16 akan diumumkan minggu depan.
2) Cara Perbandingan
Biasanya menggunakan ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, sementara itu.
Contoh paragraf:
Bangsa Indonesia masih perlu berjuang terus dalam mengatasi masalah kependudukan. Salah satu faktor perhatian yang layak diketahui masyarakat adalah mengenai tanggung beban negara karena banyaknya generasi muda dan meningkatnya usia lanjut. Ketika Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan, 17 Agustus 1945, oleh Soekarno-Hatta, jumlah penduduk kita sekitar 70 juta jiwa, sedangkan hasil sensus penduduk tahun 1961 berjumlah 97 juta jiwa. Sejak kemerdekaan hingga kini, penduduk Indonesia telah berkembang hingga tiga kali lipat yakni 203,45 juta jiwa.
3) Cara Analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Biasanya, pengembangan analogi dilakukan dengan bantuan kiasan. Kata-kata yang digunakan seperti ibaratnya, seperti, bagaikan.
Contoh paragraf:
Dalam persoalan poso kita memang diingatkan bahwa penanganannya tidaklah mudah. Ibaratnya kita diminta untuk memegang telur.kalau terlalu keras memegangnya, telur itu akan pecah, tetapi kalau terlalu longgarjuga akan pecah karena akan terlepasdari tangan.
4) Cara Contoh-Contoh
Kata-kata yang dipergunakan yaitu seperti, misalnya, contohnya.
Contoh paragraf:
Selain tipe introvert, sifat manusia adalah ekstrover. Tipe ekstover adalah orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkankeluar dirinya, kepada orang lain, dan kepada masyarakat. Orang yang tergolong tipe ekstrover memiliki sifat-sifat tertentu, contohnya berhati terbuka, lancer dalam pergaulan, ramah tamah, penggembira, mudah memengaruhi.
5) Cara Sebab Akibat
Cara ini dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, baik dari segi penyebab maupun dari segi akibat. Kata-kata yang dipergunakan yaitu padahal, akibat, oleh karena itu, karena.
Contoh paragraf:
Dampak merebaknya penyebaran virus sindrom pernapasan akut parah (Severe Acute Respiratory Sindrome/SARS) dari negeri Jiran, Singapura, mulai mengancam bisnis perhotelan di Batam. Akibatnya, jumlah tamu baik dari luar negeri maupun dalam negeri merosot hingga tingkat hunian hotel di Batam berkurang hingga sepuluh persen. Demikian kata Publish Relation Manager Goodway Hotel Puri Garden, Budi Purnomo, dan pengusaha Novotel Hotel, Anas, ketika dihubungi Kopas di Batam.
6) Cara Definisi
Biasanya menggunakan kata-kata adalah, yaitu, ialah, dalam suatu paragraf.
Contoh paragraf:
Sebagai Bangsa Indonesia, sudah semestinya kita mengenal tokoh-tokoh pahlawan. Pahlawan yaitu orang yang berjuang dan berjasa dalam membangun negara kita, Indonesia. Didalam Sinetron yang ditayangkan televise, tokoh yang berjiwa pahlawan tidak digambarkan menurut semestinya. Kita dapat mengenal tokoh pahlawan bangsa melalui berita, cerita guru, buku-buku sejarah Indonesia, atu biografinya .
7) Cara Klasifikasi
Merupakan suatu cara pemngembangan paragraf melalui pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Ungkapan yang biasa dijumpai yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, mengklasifikasikan.
Contoh paragraf:
Seharusnya Indonesia menerapkan program kesejahteraan sejak awal kemerdekaan. Program jamsostek baru dimulai pada tahun 1976 sehingga Indonesia tertinggal membentuk tabungan nasional. Padahal Malaysia sudah memulai sejak tahun 1959. akibatnya saat krisis melanda asia pada 1997/1998, Indonesia paling sulit untuk bangkit lagi. Oleh karena itu,Indonesia perlu melakukan reformasi penyelenggaraan program jaminan social.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar