Selasa, 16 Februari 2010

MIKRO EKONOMI & MAKRO EKONOMI

MIKRO EKONOMI & MAKRO EKONOMI

PERBEDAAN MIKRO DGN MAKRO EKONOMI

Mikro mempelajari fungsi masing-masing industri dan perilaku masing-masing unit pengambilan keputusan, khususnya perusahaan bisnis dan rumah tangga

Makro mempelajari atau memusatkan perhatian pada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi produk-2 tertentu dan perilaku masing2 industri, tetapi pada penentu jumlah keluaran nasional total

Mikro keputusan ekonomi individual

Makro keputusan ekonomi agregatif

Prinsip ekonomi mikro melandasi analisis ekonomi makro

Konsumsi

Produksi

Harga

Ketenaga-kerjaan

Mikro

Konsumsi Individu

Jumlah produksi suatu perusahaan

Harga setiap barang/ jasa

Kebutuhan tenaga kerja satu perusahaan

Makro

Konsumsi Negara

Jumlah produksi nasional

Harga barang/ jasa secara keseluruhan

Kebutuhan tenaga kerja secara keseluruhan

AKAR ILMU EKONOMI MAKRO

DEPRESI BESAR

Model Klasik

Ahli ekonomi =menerapkan model ekonomi mikro (model Klasik) pada masala perekonomian yang luas, contoh:

Analisis penawaran dan permintaan klasik mengasumsikan bahwa penawaran tenaga kerja yang berlebih akan menyebabkan turunnya upah ke tingkat keseimbangan baru; akibatnya, pengangguran tidak bertahan lama.

Revolusi Keynesian

John Meynard Keynes (The General Theory of Employment, Interest dan Money, 1936)

Bukan harga dan upah yang menentukan tingkat peluang kerja, melainkan tingkat permintaan agregat akan barang dan jasa. Campur tangan pemerinta perlu disertakan dalam perekonomian untuk mempengaruhi tingkat keluaran dan peluang kerja. Caranya: pemerintah merangsang permintaan agregat untuk mengangkat ekonomi keluar dari resesi

EKONOMI MAKRO BARU

Penyesuaian perekonomian secara tepat pada tahun 1960-an

Ungkapan Walter Heller penasihat ekonomi Presiden Kennedy dan johnson: penyesuaian perekonomian secara tepat sebagai peran pemerintah dalam mengatur inflasi dan pengangguran

Ketidaksesuaian dengan kenyataan sejak tahun 1970-an

Sejak tahun 1970-an perekonomian AS mengalami serangkaian fluktuasi besar dalam tingkat peluang kerja, keluaran, dan inflasi.

Tahun 1974-75 dan 1980-82à AS mengalami resesi hebat, akibatnya jutaan orang kehilangan pekerjaan dan mengakibatkan kerugian besar karena kehilangan keluaran dan pendapatan

Terjadi Stagflasi (Stagnasi + Inflasi) à bila tingkat harga keseluruhan naik cepat (inflasi) selama periode resesi atau tingkat pengangguran tinggi dan lama (stagnasi)

PERHATIAN ILMU EKONOMI MAKRO

Perhatian utama:

Inflasi

Pertumbuhan keluaran (output) atau konjungtur bisnis

Pengangguran

Kebijakan Pemerintah:

Kebijakan fiskal à kebijakan menyangkut pajak dan keluaran

Kebijakan moneter à alat yang digunakan oleh bank sentral untuk mengendalikan pasokan (penawaran) uang

Kebijakan pertumbuhan (sisi penawaran) à kebijakan pemerintah yang berfokus pada penawaran agregat dan kenaikan produksi dan bukannya merangsang permintaan agregat

KOMPONEN EKONOMI MAKRO

Fokus komponen ekonomi makro:

Rumah tangga (sektor rumah tangga/ek. satu sektor)

Perusahaan (sektor swasta/ek. dua sektor)

Pemerintah (sektor publik/ek. tiga sektor)

Luar negeri (sektor internasional/ek. Empat sektor)

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara

Mazhab Klasik

Pelopornya : Adam Smith (An Inquiry into The Nature and Causes of The Wealth of Nations)

Berpandangan fenomena ekonomi sebagai fenomena alam yang selalu bersifat eksak dengan ketentuan hukum alam

Asusmsinya : perfect competition = perilaku ekonomi sama dengan keteraturan alam seiring dengan adanya pengatur yang tidak kentara invinsible hand.

Dasar Filsafatnya :

Laisses faire = setiap individu bebas dalam melakukan kegiatan ekonomi apapun

Perekonomian tidak akan terjadi kekurangan permintaan, sehingga pada akhirnya penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai (tidak ada pengangguran)

Hukum Say (Jean Batiste Say) = supply creats its own demand)

Corak Kegiatan Ekonomi

Corak perekonomian berbentuk : Perekonomian bersifat subsisten dan bersifat modern

Ekonomi Subsisten = di dalamnya terdapat dua pelaku ekonomi (produsen dan rumah tangga)

Corak Kegiatan Ekonomi Modern

Ekonomi Modern = di dalamnya terdapat lebih dua pelaku ekonomi (produsen dan rumah tangga, lembaga keuangan dan investor)

Penentu Tingkat Kegiatan Perekonomian

Faktor harus dipenuhi agar kondisi full-employment, yaitu sebagai berikut :

Jumlah barang modal yang dipergunakan dalam perekonomian

Jumlah dan kualitas tenaga kerja yang bersedia

Jumlah dan jenis kekayaan alam yang digunakan

Tingkat teknologi yang dipergunakan

Keynesian

Tokoh John Maynard Keynes à pelopor teori dan kebijakan ekonomi modern.

Buku terkenalnya = The General Theory of Employment, Interest and Money

Campur tangan pemerintah bukan hanya sekedar Night Guard, melainkan juga ikut langsung menentukan dan mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik melalui kebijakan ekonomi

Dasar Filsafat :

Dalam perekonomian, pihak swasta tidak sepenuhnya diberikan kekuasaan untuk mengelola perekonomian, karena pada kondisi tertentu sebagaimana pandangan kaum sosialis menyatakan bahwa pihak swasta selalu mementingkan dirinya sendiri yaitu untuk mendapatkan keuntungan

Keynes tidak percaya dengan kekuatan dari laissez faire yang dapat mengoreksi diri sendiri untuk mencapai kondisi full employment.

Pandangan Keynes : kegiatan perekonomian

Fleksibilitas tingkat bunga terhadap tabungan dan investasi

Keynes tidak sependapat dengan kaum klasik à besar kecilnya tingkat tabungan juga ditentukan oleh besar kecilnya tingkat pendapatan dan kecenderungan mengkonsumsi.

Tingkat upah dan pengangguran

Tingkat upah sehubungan dengan penawaran tenaga kerja yang melebihi permintaannya yang berdasarkan analisis klasik jumlah yang dibutuhkan

Manakala tingkat upah turun, maka tingkat pendapatan pun akan turun, dan selanjutnya daya beli akan turun dan tentu saja pengeluaran masyarakat akan semakin berkurang à kelebihan kapasitas produksi.

Faktor Penentu Kegiatan Ekonomi Negara

Kegiatan perekonomian suatu negara adalah tingkat permintaan efektif, yaitu permintaan yang disertai oleh kemampuan untuk membayar barang dan jasa yang diminta à permintaan agregatif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar